Bunda Cekatan IIP,  IP Bandung

Jurnal#7 : Bongkar Isi Keranjang

“Membayangkan diri berada di tepi danau dan mulai menekuri bekal perjalanan apa yang sudah didapat, membuat saya menyibak kembali, mengukur diri. Sebanyak apa bekal ini dicerna. Sejauh mana pemahaman satu demi satu makanan utama.”

Selasa, 3 Maret 2020

BONGKAR ISI KERANJANG & KLASIFIKASI MAKANAN

Bismillah. Membongkar isi keranjang “ilmu” yang saya dapatkan selama menjelajahi hutan pengetahuan, rasanya mendebarkan. Banyak hal baru yang mengentak kesadaran namun satu sisi butuh waktu untuk membedah hadiah satu per satu. Alhamdulillah saya bisa mengumpulkan dalam satu Google Drive.

Misi membangun hubungan selama perjalanan di hutan pengetahuan itu seolah jadi pilot project untuk diterapkan pada kesempatan lain. Kita bisa memberi hadiah bermakna yang sekiranya dibutuhkan oleh teman seperjalanan. Memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi teman seperjuangan, tentu saja dengan terlebih dulu mengisi tangki kebahagiaan kita sendiri.

Infodoodle Bongkar Isi Keranjang

Makanan-makanan di atas membuat lahap karena disajikan dengan lugas dan sesuai kebutuhan diri. Ada tema besar yaitu Komunikasi dan Manajemen Emosi. Komunikasi ini menjadi topik yang lebih luas ruang lingkupnya. Camilan tambahannya meliputi desain komunikasi visual dari hadiah teman dan tips manajemen waktu dari materi Go Live.

REFLEKSI PETA

Peta Belajar di Bunda Cekatan
  • Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku?

Sesuai bahkan lebih dari yang dibutuhkan. Ada banyak sub-subtema dari komunikasi yang justru lebih luas dan rasanya sayang jika harus ditinggalkan. Komunikasi ini bukan sekadar psikologi komunikasi, namun mencakup kebutuhan membangun hubungan. Ya membangun hubungan lewat komunikasi lintas usia, baik pada anak, pasangan, maupun orangtua/mertua.

  • Mana yang lebih banyak kudapatkan selama berkelana di hutan pengetahuan, makanan utama atau cemilan? Mengapa?

Selama berkelana di hutan pengetahuan ini, saya mendapatkan banyak makanan utama komunikasi dan manajemen emosi. Terutama ragam topik komunikasi karena saya standby lebih lama di komunikasi. Ternyata saat menyimak go live-nya Mbak Farda tentang Selfcare Project di FB, manajemen energi ini jadi mulai tercerahkan karena berkaitan dengan roda vitalitas yang dipaparkan. Kemudian saya mulai gabung di keluarga Inside Out Family (manajemen emosi) karena butuh manajemen energi sebagai bagian peta belajar. Bahkan saat merasa ketinggalan di keluarga manajemen emosi, Qadarullah saya mendapatkan hadiah yang pas yaitu manajemen energi. Topik ini yang belum sempat dicerap. Hadiah ini dari beberapa teman yang sudah lebih dulu standby di keluarga manajemen emosi. Saya belum berani mengemil banyak karena ada beberapa subtema yang belum sempat dipelajari.

  • Apa yang membuatku bahagia belajar di hutan pengetahuan? Mengapa?

Hutan pengetahuan ini membuat bahagia saat makanan yang didapatkan relevan dengan apa yang dijalani hari ke hari. Misalnya saat menyerap ilmu grand parenting, tersadar saya harus membenahi interaksi dengan orangtua dan urgensi memahami geriatri ini nyata sekali. Soal pengasuhan kakek-nenek dan mengamalkan birrul walidain dengan segala dinamikanya. Sementara komunikasi pasangan masih jadi perjuangan sehari-hari kedepannya. Alhamdulillah kini hubungan dengan suami mulai mencair ketika muncul friksi. Biasanya kami sama-sama bersitegang dan saya menghindar dari komunikasi sejenak, namun ketika mendapatkan makanan komunikasi ini, saya mulai mencari alternatif untuk tetap berdialog dengan suami, misal saat pillow talk sebelum tidur. Ngobrol ini jadi charging karena saya jadi tahu apa yang suami rasakan dan pikirkan, karena kalau bertanya langsung kadang tak muncul jawabannya.

  • Apa strategi belajar yang kurasakan berhasil selama di hutan pengetahuan?

Strategi belajar yang saya rasa berhasil dilakukan adalah one bit a time with doodling. Rasanya jadi memahami sedikit demi sedikit ketika bisa menemukan waktu menggoreskan yang perlu dipahami saat scroll informasi dan grup keluarga. Ya, seringkali saya luput online saat jam diskusi keluarga komunikasi. Ini karena bentrok dengan jam mengajar. Jadi sebelum tidur saya berusaha mencatat apapun yang berkaitan dengan makanan utama dalam rekapan doodle.

  • Apa yang harus kutingkatkan lagi?

Ternyata ada banyak subtopik dalam peta belajar yang belum terkejar. Ada materi Read Aloud+Aktivitas bersama Anak, Nutrisi Makanan, dan Ragam Kreasi Jahit. Ini karena saya terlalu fokus di topik family bonding komunikasi dan manajemen energi. Nah, indikator yang baru tercapai ini me time produktif lewat aktivitas doodling. Sementara jurnal keluarga dan kreasi jahit masih PR selanjutnya.

Saya harus mulai memasang kuda-kuda dengan strategi SPRINT. Waktu yang kian terbatas, membuat saya mesti langsung mencari sumber ilmu yang dibutuhkan. Saya bisa mencari yang belum didapatkan lewat potluck teman-teman di Bunda Cekatan atau Go Live dengan tema yang berkaitan. Karena untuk gabung dengan keluarga topik makanan utama tidak memungkinkan. Bismillah… Semoga dikuatkan ikhtiar mengumpulkan topik belajar yang belum ada di antara rutinitas mengajar full day school.

Amazing with Visual Creations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *