Bunda Cekatan IIP

Jurnal#3 : Komunikasi Bahagia

INI KELUARGAKU : K3B (Kami Keluarga Komunikasi Bahagia)

“Komunikasi efektif meningkatkan kualitas percakapan dan juga kelancarannya… Mendengar dan mencoba memahami adalah dasar empati.” -Najeela Shihab dalam buku KeluargaKita, Mencintai dengan Lebih Baik

Bismillah. Alhamdulillah sepekan ini saya menemukan oase komunikasi di tengah pergumulan benang kusut yang ada dalam benak. Komunikasi yang saya pilih sebagai langkah pertama membangun family bonding. Menemukan keluarga yang luar biasa memiliki pengalaman dan jam terbang lebih banyak dalam berkomunikasi, meski saya pun mengerti setiap kami memiliki dinamika tantangan masing-masing. Di WAG K3B, kami saling berbagi tantangan berkomunikasi dan referensi yang bervariasi. Ada 37 anggota keluarga di Whatsapp Grup K3B dan dikepalai oleh Bunda Rasmi Widya Rani.

Sebagai lulusan ilmu komunikasi 8 tahun silam, nampaknya mengecap teori komunikasi berpuluh-puluh SKS tak cukup jika hanya dipelajari namun tak diterapkan dalam keseharian. Sungguh saat kuliah teori komunikasi itu begitu njelimet. Berputar dari satu istilah dan model komunikasi lainnya. Beda tokoh penemu teori berbeda pula skema yang dipelajari. Kini ketika berhadapan dengan medan juang bernama rumah tangga memerlukan amunisi ilmu lebih dari yang dipelajari saat kuliah. Saya bergerak dan berinteraksi dengan anak suami sepanjang hayat. Seperti kata Mbak Yani di WAG K3B, “Tampaknya memang ilmu itu harus diamalkan mba, layaknya sebuah pohon, akan sangat bermanfaat jika buahnya lebat. Aku siap menambah jam terbang di bidang komunikasi dengan belajar teorinya terlebih dahulu. Selama ini hanya langsung tancap gas aja 🤭 langsung praktek di lapangan karena tuntutan profesi 😅Akhirnya sedikit oleng ketika menemukan sedikit hambatan dalam berkomunikasi.

Jadi, belajar apa saja selama sepekan ini bersama K3B?

Rangkuman Singkat Pembahasan Komunikasi
Prolog Bermain di Kebun Apel
Tips Komunikasi Efektif dan Prinsip Etika Komunikasi dalam Al-Qur’an dan Hadits
6 Prinsip Komunikasi dalam Al-Qur’an

Komunikasi menjadi subjek paling tepat untuk saya serap pertama kali karena ini berkaitan dengan dinamika tantangan saat ini. Menjadi individu yang memiliki banyak peran, sungguh memerlukan kunci berinteraksi dengan efektif. Sebagai ibu dari anak balita 5 tahun yang sedang banyak menggali kosa kata baru. Sebagai istri yang telanjur cenderung koleris dan punya suami plegmatis, yang katanya punya dua sisi jauh berbeda. Kami kerapkali beradu argumen tanpa ujung. Sebagai anak sekaligus menantu yang kadang punya prinsip lain soal pengasuhan si kecil. Sebagai guru SMP yang punya tantangan berkomunikasi dengan anak yang beranjak aqil baligh. Maasyaa Allahwalhamdulillah… Betapa Allah indah menggariskan momentum, ada tantangan berinteraksi dalam keluarga kami yang terjadi saat ini, dan bekal amunisi terhidang dengan maksimal. Tinggal menyimak dengan baik, berkontemplasi, dan menyusun strategi yang tepat. Berjuang melaksanakan kata-kata.

Cukupkah sampai di sini amunisi bagi solusi berkomunikasi? Nampaknya tidak akan pernah cukup. Tak ada kata berhenti belajar. Meski realitanya pastilah efektif satu per satu dijalankan dan belajar dari prosesnya.

Go Live bersama Mbak Yani K3B

Tak sabar menantikan Kamis ini menyimak Mbak Yani sharing tentang 7 Tips Komunikasi yang membahagiakan bagi suami istri. Ini jadi amunisi powerful karena suami menjadi partner hidup menyamakan frekuensi dan visi mendidik anak nantinya.

Amazing with Visual Creations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *