Bunda Cekatan IIP

Jurnal #4 : Ini Makanan Besarku

Bismillah.

Pekan ini saya menggali kembali inti dari komunikasi. Jika pekan lalu materinya cukup beragam dan meluas. Kini aspek komunikasi dengan pasangan menjadi poin utama yang berkaitan dengan makanan besar. Ilmu-ilmu yang saya pelajari pekan ini meliputi:

Ini Makanan Besarku di Jurnal #4 Ulat

Handling Complaint dan Poker Face

Sharing bersama Mbak Yani benar-benar jadi kunci berharga. Poin ini ternyata begitu bermanfaat agar tetap stay cool saat mengatasi hambatan komunikasi bersama anak dan suami. Lebih umumnya saat berinteraksi dengan orang lain. Handling Complaint lebih kepada menanggapi protes anak atau bisa jadi pendapat bertentangan. Ini jadi tantangan yang harus terus dilatih seperti habit minta maaf dan buat kesepakatan bersama. Kita bisa menerapkan komunikasi asertif dalam artian menanamkan anak untuk berkata jujur tentang keinginannya tanpa menyakiti orang lain. Ini pun melatih kita menjadi orangtua yang bisa menanamkan keteladanan.

Sedangkan poker face yang berasal dari strategi bermain kartu, menjadi kunci agar tetap keep calm saat menghadapi persoalan. Wah ini sih jadi latihan mengelola ekspresi wajah begitu anak dan suami memicu “gemas” dalam diri. Kadang saya merasa terbawa emosi begitu anak dan suami bertindak tak sesuai ekspektasi. Ini beneran karena tuntutan diri yang tak berdasar empati. Maunya dipahami tapi malah menyakiti diri sendiri. Boro-boro maksud tersampaikan, yang ada kusut wajah dan hati seharian gara-gara tak pandai mengatur ekspresi wajah. Benar ternyata, tidak akan ada komunikasi jika ADA EMOSI yang bermain.

Handling Complaint, Poker Face, dan Garis Kebenaran

Reminder lainnya bernama garis kebenaran. Seringkali kita dan suami berada di garis kebenaran masing-masing dan tak mau saling paham apa yang menjadi inti persoalan. Maka kuncinya kembali pada mari bicara, karena kita suara. Satu suara karena sama-sama menginginkan bahagia.

7 Tips Komunikasi dengan Pasangan

Resume Go Live K3B bersama Mbak Yani

Tujuan komunikasi paling mendasar adalah mendekatkan interaksi, meraih mutual understanding yang baik, dan aktualisasi potensi diri. Jika kita ada masalah dengan suami, maka kita akan kesulitan menyamakan/menyatukan value keluarga yang menjadi dasar aktivitas keluarga.

Tips Romantis Ala Rasul

Saya sadar betapa Rasulullah menjadi sebaik-baik uswah umatnya di setiap lini kehidupan, begitupun dalam berumah tangga. Dengan mencatat tips di bawah ini bukan berarti saya menuntut hal serupa pada suami, namun sebagai gambaran kedekatan beliau dengan istrinya. Ini menjadi aktivitas teladan untuk menguatkan bonding dengan pasangan saat we time. Semoga saya dan suami bisa mencontoh romantisme beliau dengan istiqomah.

Tips Romantis ala Rasul dari buku “Aku Mencintaimu” karya Irhayati Harun

Mengenal Komunikasi Nonverbal

Komunikasi Nonverbal dari buku “Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar”
karya Prof. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.

Dasar memahami komunikasi nonverbal adalah karena prinsip utama berkomunikasi “bukan apa yang ia katakan, melainkan bagaimana ia mengatakannya”. Terlahir dengan kondisi kultur pengasuhan berbeda, saya dan suami seringkali berselisih paham dengan cara penyampaian pesan saat berkomunikasi.

Komunikasi nonverbal ini erat kaitannya dalam menangkap hidden message sehari-hari. Anak biasanya begitu peka ketika berkomunikasi. Ia akan cepat menangkap respon orangtuanya. Bersungguh-sungguh menemani atau hanya duduk bersama tanpa interaksi. Ini sering saya alami ketika sibuk mengerjakan hal lain sedangkan si kecil menanyakan isi buku yang dibacanya. Saya menjawab sekenanya tanpa menyimak dengan baik dan menatap mata anak. Buat saya jadi JLEB tersendiri karena masih banyak PR memahami aspek nonverbal ini sambil melatihnya dalam keseharian.

Demikian makanan besar yang saya simak pada pekan ini. Berharap komunikasi dengan pasangan ini bisa menjadi upaya literatif dengan mengaitkan apa yang dibaca dengan penerapan komunikasi pada keluarga.

Sumber bacaan:

  • Sharing K3B WAG Bunda Cekatan
  • Cemilan MIIPB7 Sesi 3
  • Sharing Go Live bersama Mbak Handayani Retno Hapsari di FB IIP
  • Buku “Aku Mencintaimu”, ditulis oleh Irhayati Harun. 2014. Jakarta: Salsabila.
  • Buku “Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar”, ditulis oleh Prof. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D. 2008. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Amazing with Visual Creations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *