Bunda Cekatan IIP

Jurnal #2 Ulat : Berbagi Potluck dan Berburu Makanan Terbaik

Bismillah.

Hari-hari kemarin jadi momen paling ruarr biasa mendebarkan. Tepat hari ini saya bisa menyetorkan jurnal ulat kedua setelah hectic day pekan lalu. Berjibaku dengan parenting workshop di sekolah yang menjadi khazanah ilmu tentang membersamai anak sesuai tahapan perkembangannya.

Potluck berbagi tentang Doodle pun menjadi subjek pertama “Saya Tahu Tentang”. Sharing sesuatu yang detail dengan durasi terbatas itu sungguh tantangan bangeet. Berkali-kali take voice over, take kamera meski akhirnya setelah render malah agak aneh dengan hasil anglenya. Namun saya belajar benar tentang jatuh bangun dalam berkarya. Ada susah payah dilalui. Ada kendala menyesuaikan ritme dan kompromi. Senin kemarin targetnya selesai ternyata Khanza malah kepengen nonton video kesukaannya di laptop, jadilah ngedit ini itu tertunda. Okay Shubuh harus saya tuntaskan. Benar saja dua jam kemudian selesai ngedit tapi jadi terlambat berangkat mengajar. Syukurlah pagi memang tidak ada kelas.

Kenapa Doodle?

Potluck Doodle

Doodle bagi saya jadi begitu lekat dengan keseharian. Apapun bisa jadi bahan menggoreskan. Informasi yang dibaca, wishlist keluarga, to-do-list harian, bahkan curhat visual. Bagi saya ini semacam charging energi yang mengalir begitu saja saat melipir bersama kertas dan drawing pen. Otak bekerja lewat merangkai kata kunci dan komposisi visual.

Ini Makananku

Setelah berjalan-jalan di hutan pengetahuan dan masuk gua potluck penuh kejutan, ada 2 topik yang saya temukan dan menguatkan subjek utama saya dalam membangun family bonding.

Ini Makananku

Pertama tentang komunikasi suami istri. Ini saya dapatkan dari audio Mbak Fina Febriani. Waw banyak jlebnya sih. Dapat reminder soal memperbaiki komunikasi dengan pasangan. Soal memahami sudut pandang laki-laki yang basicnya bertolak-belakang dengan perempuan. Lengkapnya ada di infodoodle berikut ini.

Kedua, saya mencari makanan tentang Read Aloud. Ini pas banget untuk dipelajari karena Khanza sedang berada di tahap Membaca Dini. Alhamdulillah sejak 4,5 tahun Khanza sudah bisa baca sendiri dan ketagihan untuk membaca buku anak-anak yang ada di raknya. Bahkan sesekali ia terkekeh ketika menemukan kata yang menurutnya lucu dan baru didengar. Referensi Read Aloud saya dapatkan dari Mbak Raisa Dea dari youtube-nya. Intinya sebelum melakukan membaca nyaring bersama anak, kita harus bahagia dulu agar prosesnya benar-benar jadi berbinar karena kebahagian yang terpancar.

Topik lain yang saya kaji masih dari buku Keluarga Kita tentang Komunikasi Efektif VS Komunikasi Tidak Efektif yang ditulis Najeela Shihab. Ini mah PR pisan karena seringkali gaya bicara ke anak tuh lebih banyak memerintah dibanding memberikannya pilihan. Duuh maafkan Bunda ya, Nak. Komunikasi efektif erat kaitannya dengan membangun disiplin positif.

Family Bonding ini jadi sesuatu yang perlu  makanan utama yang tepat dan beragam aspeknya. Semoga kedepannya saya bisa terus menggali, menemukan, dan mengaplikasikan sambil mengisi potluck wawasan belajar sebagai ibu dan istri.

#janganlupabahagia #jurnalminggu2 #materi2 #kelasulat #bundacekatan #buncekbatch1 #buncekIIP #institutibuprofesional

Amazing with Visual Creations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *